Pembahasan MANAJEMEN KEUANGAN Lengkap !

Manajemen Keuangan merupakan salah satu bagian utama dari ilmu manajemen.

Banyak yang beranggapan bahwa manajemen keuangan hanya kegiatan catat mencatat uang secara akuntansi dan menjadi tanggung jawab bagian keuangan saja.

Manajemen keuangan lebih luas dari itu cakupannya !

Pengertian Manajemen Keuangan

Pengertian manajemen keuangan adalah semua aktivitas organisasi didalam upaya mendapatkan, mengalokasikan, menggunakan dana organisasi secara efektif dan efisien.

Pengertian ini mengalami berbagai perkembangan, berawal dari pengertian yang hanya sekedar mengutamakan kegiatan mendapatkan / memperoleh dana saja hingga mencakup kegiatan mendapatkan, cara menggunakan dana hingga pengelolaan terhadap aset (aktiva) perusahaan.
pengertian manajemen keuangan
manajemen keuangan
Baca juga artikel sebelumnya : Pengertian Manajemen

George R Terry  menyebutkan ada empat aktivitas yang dikenal dengan POAC yang berakronim Planning - Organizing - Actuating - dan Controling.

Pengertian Manajemen Keuangan menurut para ahli


Ada beberapa ahli yang  berpendapat tentang manajemen keuangan :

James Van Horne, menyatakan :
"Semua kegiatan yang berhubungan langsung dengan perolehan dana serta pengelolaan aset (aktiva) dengan tujuan yang menyeluruh."
Suad Husnan, berpendapat bahwa :
"Manajemen keuangan adalah manajemen terhadap semua fungsi keuangan"
Bambang Riyanto, mendefinisikan :
"Semua aktivitas yang dilakukan oleh perusahaan yang berhubungan dengan upaya memperoleh dana yang dibutuhkan dengan biaya yang seminimal mungkin dan syarat yang menguntungkan serta upaya untuk menggunakan dana yang diperoleh tersebut secara efisien dan efektif"
Liefman menyatakan:
"Definisi manajemen keuangan adalah upaya penyediaan uang dan menggunakan dana yang diperoleh tersebut untuk mendapatkan aset."
Kita bisa merangkum dan mengartikan sendiri berdasarkan pada definisi manajemen keuangan tersebut.

Manajemen keuangan adalah sebuah proses didalam kegiatan yang berhubungan dengan keuangan perusahaan yang dimulai dengan cara mendapatkan dan menggunakan.

Penggunaan dana yang diperoleh harus tepat sasaran, efektif dan efisien agar tujuan keuangan yang telah direncanakan bisa terealisasi.

Prinsip Manajemen Keuangan


Manajemen keuangan tidak hanya berbicara tentang pencatatan akuntansi saja. Lebih dari itu, manajemen keuangan adalah bagian yang penting dan tidak bisa dianggap sebagai suatu kegiatan yang hanya menjadi urusan orang orang keuangan.

Didalam prakteknya, manajemen keuangan muncul untuk menyehatkan kondisi keuangan perusahaan.

Untuk itu diperlukan prinsip-prinsip keuangan yang mendasarinya, diantaranya :

Consistency (Prinsip Konsistensi)

Kebijakan dan sistem keuangan perusahaan penerapannya harus konsisten, tidak berubah-ubah dari periode ke periode.

Namun perlu diingat bahwa sistem dan kebijakan keuangan yang telah diambil bukan berarti tidak boleh dilakukan penyesuaian keuangan apabila terjadi perubahan yang signifikan pada kondisi perusahaan

Perubahan tersebut hendaknya diumukan disertai dengan alasan yang jelas dan bisa diterima.

Kebijakan keuangan yang tidak konsisten bisa mengindikasikan bahwa terdapat manipulasi didalam pengelolaan keuangan perusahaan.

Accountability (Prinsip Akuntabilitas)

Prinsip akuntabilitas adalah sebuah kewajiban hukum maupun moral yang melekat pada tiap tiap individu, kelompok maupun perusahaan dalam memberikan penjelasan bagaimana penggunaan dana atau kewenangan yang telah diberikan.

Tiap individu atau kelompok harus bisa menjelaskan mengenai penggunaan dana dan hal hal apa saja yang telah dicapainya.

Prinsip ini dibutuhkan sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada pihak yang berkepentingan supaya semua mengetahui bagaimana kewenangan dan dana yang didapat tersebut dipergunakan.

Transparancy (Prinsip Transparansi)

Manajemen harus terbuka terhadap pekerjaanya, memberi informasi tentang semua kegiatan yang dilakukan kepada yang berkepentingan.

Termasuk memberi laporan keuangan yang lengkap, wajar, tepat waktu dan akurat yang bisa diakses dengan mudah oleh pihak yang membutuhkan.

Penyimpangan terhadap prinsip transparansi ini bisa mengindikasikan bahwa manajemen telah menyembunyikan sesuatu, dan hal seperti ini sangat bisa merusak perusahaan.

Viability (Prinsip Kelangsungan Hidup)

Seluruh pengeluaran operasional maupun yang berada ditingkat yang strategis harus disesuiakan dengan dana yang ada, hal ini harus dilakukan supaya kesehatan keuangan perusahaan bisa tetap terjaga.

Pemilik perusahaan tentu ingin kelangsungan usahanya tidak berhenti, beroperasi terus menerus secara berkelanjutan.

Manajemen keuangan wajib menyusun rencana keuangan yang bisa menunjukkan sejauh mana sebuah perusahaan bisa menjalankan rencana strategisnya dalam memeuhi kebutuhan keuangan yang diperlukan.

Integrity (Prinsip Integritas)

Setiap individu harus memiliki tingkat integritas yang mumpuni dalam menjalankan kegiatan operasional perusahaan.
Selain itu catatan dan laporan keuangan harus terjaga intergritasnya dengan memberikan informasi keuangan yang lengkap dan tingkat keakuratan yang tinggi pada pencatatan keuangan perusahaan.

Stewardship (Prinsip Pengelolaan)

Manajemen keuangan harus bisa mengelola dengan efektif dana yang sudah didapat dan menjamin dana yang diperoleh tersebut akan digunakan sebaik mungkin.
Manajemen keuangan harus melakukannya dengan hati hati saat menyusun  rencana strategis, mengidentifikasi resiko keuangan dan menyusun serta membuat sistem pengendalian keuangan yang paling sesuai dengan karakter perusahaan.

Accounting Standards (Prinsip Standar Akuntansi)

Sistem akuntansi keuangan yang digunakan harus sesuai dengan prinsip dan standar aturan akuntansi yang berlaku umum.
Prinsip ini bertujuan supaya laporan keuangan yang dihasilkan manajemen bisa dengan mudah dipahami dan dimengerti oleh semua pihak yang berkepentingan.

Konsep Manajemen Keuangan


Manajemen keuangan adalah manajemen mengenai fungsi keuangan, dan fungsi manajemen keuangan berbicara tentang bagaimana mempergunakan dan menempatkan dana yang ada.

Fungsi yang ada dalam perusahaan harus dilaksanakan dengan baik mengingat fungsi-fungsi yang ada saling berkaitan satu sama lain.

Manajemen keuangan memiliki tiga kegiatan yang utama :
  1. Perolehan Dana, merupakan aktivitas yang bertujuan untuk memperoleh sumber dana, ntah itu berasal dari internal perusahaan ataupun bersumber dari eksternal perusahaan
  2. Penggunaan Dana, suatu kegiatan dalam menggunakan atau menginvestasikan dana yang ada pada berbagai bentuk aset
  3. Pengelolaan Aset (Aktiva), aktivitas ini adalah kegiatan yang dilakukan setelah dana telah didapat dan telah diinvestasikan atau dialokasikan kedalam bentuk aset (atkiva), dana harus dikelola secara efektif dan efisien.
Bisa dilihat, fungsi pengambilan keputusan manajemen keuangan adalah keputusan tentang pendanaan, investasi dan manajemen aset.

Tujuan Manajemen Keuangan



Tujuan utama dari suatu perusahaan adalah untuk memaksimalkan atau menambah kesejahteraan para pemilik perusahaan.

Saham yang beredar adalah bukti kepemilikan, kesejahteraan para pemilik bisa dicerminkan dari harga pasar perusahaan itu.

Sedangkan harga perusahaan tersebut adalah hasil dari usaha manajemen dalam memperoleh pendanaan, hasil dari keputusan investasi dan semua kegiatannya dalam mengelola aset perusahaan.

Jadi, manajemen keuangan bertujuan MEMAKSIMALKAN nilai dari perusahaan. manajemen harus bisa menekan perputaran uang yang tidak perlu. kegiatan yang bisa merugikan perusahaan.

Fungsi Manajemen Keuangan

Investment Decision (Keputusan Investasi)

Investasi berarti penanaman modal pada aset riil atau aset finansial (surat berharga).
Dalam keputusan investasi, manajemen harus memutuskan dana yang ada akan diinvestasikan dalam bentuk apa ?
Membeli aset lalu kemudian mengelolanya ataukah bermain dengan surat berharga ?
Keputusan ini sangat strategis yang sangat berpengaruh secara langsung terhadap besar kecilnya rentabilitas investasi serta aliran dana perusahaan pada masa mendatang.

Financing Decision (Fungsi Pendanaan)

Fungsi pendanaan ini mempelajari berbagai sumber dana perusahaan yang bisa diperoleh, baik berupa penambahan modal maupun hutang.
Fungsi ini memperhatikan sumber dana dengan biaya seminimal mungkin dan juga syarat yang bisa menguntungkan baik itu berasal dari internal perusahaan maupun sumber dana yang berasal dari luar perusahaan (eksternal).

Deviden Decision (Keputusan Deviden)

Dalam fungsi ini, keputusan biasanya menyangkut hal hal seperti :
  • Besaran prosentase laba yang akan dibagikan kepada pemilik dalam bentuk kas
  • Tingkat stabilitas deviden yang akan dibagikan oleh manajemen
  • Stock devidend (dividen saham)
  • Stock split (pemecahan saham)
  • Penarikan saham yang telah beredar

Sebagai tambahan berikut saya berikan hal hal sedikit mendetail yang dilakukan oleh manajemen keuangan :
  • Perencanaan atas Keuangan, manajemen keuangan menyusun rencana pemasukan serta pengeluaraan dana dan juga aktivitas yang lain pada periode tertentu
  • Melakukan Penganggaran keuangan perusahaan, ini adalah tindak lanjut atas perencanaan keuangan dengan menyusun lebih detail lagi semua pengeluaran dan pemasukan perusahaan
  • Pengelolaan Keuangan perusahaan, dalam hal ini, manajemen keuangan mempergunakan dana yang ada dalam perusahaan untuk memaksimalkannya dengan berbagai cara yang bisa ditempuh
  • Pencarian sumber dana, manajemen keuangan berusaha mencari sumber dana perusahaan yang akan digunakan kegiatan operasional perusahaan
  • Penyimpanan Keuangan, manajemen keuangan menyimpan untuk mengamankan dana perusahaan yang telah dikumpulkan.
  • Pengendalian atas keuangan, manajemen keuangan mengevaluasi dan memperbaiki suatu sistem keuangan yang ada dalam perusahaan yang dirasa belum mumpuni
  • Melakukan pemeriksaan keuangan, internal audit atas laporan keuangan perusahaan dilakukan oleh manajemen keuangan untuk memastikan tidak adanya penyimpangan yang merugikan terjadi
  • Pelaporan keuangan perusahaan, manajemen keuangan menyediakan informasi keuangan tentang kondisi kekinian keuangan perusahaan yang bisa dijadikan bahan evaluasi nantinya.

Fungsi Manajemen keuangan lainnya jika dikaitkan dengan beberapa hal diatas:
  • Pengawasan terhadap biaya
  • Penetapan kebijakan harga
  • Peramalan laba dimasa mendatang
  • Pengukuran biaya untuk modal kerja



Artikel Terkait:

20 comments:

  1. Sip, bagus gan...kunjungi juga blog saya ya...
    http://infotentangbank.blogspot.com

    ReplyDelete
  2. Halo Mas Eka salam kenal, saya Erwin dan baru mulai buat Blog untuk Manajemen Keuangan, Akuntansi dan Perpajakan..kalo boleh saya mohin ijin copas untuk beberapa artikel mas Eka. terima kasih mas

    ReplyDelete
    Replies
    1. halo juga mas erwin.. salam kenal

      oke silahkan.. jgn lupa cantumin link sumbernya ya :)

      Delete
  3. Kalo boleh tau ini sumber nya dari buku mana ya mas?

    ReplyDelete
    Replies
    1. maaf mbak Rina.. sudah lupa... catatan lama dan tambah hasil googling..

      :)

      Delete
  4. kalau sumber dana nya itu dari mana?

    ReplyDelete
    Replies
    1. bisa tambah modal (saham,IPO)
      atau utang (obligasi)
      maupun laba tahun sebelumnya yang disisihkan

      Delete
  5. agan bisa tolong ngerjain soal susah ini saya dpet tugas dari dosen mohon jawabannya

    ReplyDelete
  6. terimaka kasih blognya, bagus buat referensi sambil nyari sumber/buku2nya,

    ReplyDelete
  7. terimakasih mas bagus buat referensi, bagus blognya bermanfaat banget

    ReplyDelete
  8. Terima kasih atas referensinya. (y)

    ReplyDelete
  9. I just have read it once and its good. Develops my mind to think wider about it.

    ReplyDelete
  10. ijin copas ya mas buat belajar untuk semester ini, thanks

    ReplyDelete
  11. Mas boleh nanya gak nih?
    Bagaimana hubungan antara ketiga fungsi menejemen keuangan (investasi, pendanaan, keputusan menjemen aset)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Menurut sy hubungan 3 fungsi tersebut sangat jelas dan sederhana. Apabila dibuat siklus, mgkn mulainya dari pendanaan sebagai sumber daya utama perusahaan utk dapat beroperasi. Dalam menemukan sumber keuangan yang tepat, maka harus dipilih mana yg paling murah biayanya dan menguntungkan. Selanjutnya dana yang dikumpulkan harus dapat dibelanjakan dengan efektif dan efisien. Misalnya apakah akan dijadikan modal kerja mengembangkan bisnis perusahaan atau ditempatkan dalam produk-produk investasi. Tinggal dilihat mana yang paling menguntungkan bagi perusahaan. Pada akhirnya, perusahaan harus dapat mengelola aset yang dimiliki untuk meningkat kinerja perusahaan. Misalnya tidak boleh ada aset yang tidak memberikan kontribusi bagi perusahaan. Demikian pendapat saya.

      Delete

Thanks for coming, kritik dan sarannya kami tunggu, berkomentarlah dengan sopan | Mohon maaf apabila komentar atau pertanyaan yang tidak terjawab karena keterbatasan waktu dan ilmu | Jika artikel ini bermanfaat, silahkan dishare