Contoh Sistem Informasi Manajemen dalam Perusahaan / Organisasi


Contoh sistem informasi manajemen - Berbicara mengenai sistem informasi manajemen perusahaan atau organisasi yang selalu menggunakan teknologi maka akan selalu berkaitan dengan pihak pihak dari kalangan praktisi informatika, ahli IT (informasi teknologi) karena pada umumnya merekalah yang merancang aplikasi sistem informasi manajemen.

Ada beberapa contoh sistem informasi manajemen dalam perusahaan atau organisasi yang umum diterapkan pada banyak perusahaan atau organisasi, seperti:
  1. Enterprise Resource Planning | ERP 
  2. Transaction Processing System (TPS) Sistem Pemprosesan Transaksi
  3. Office Automation System (OAS) Sistem Otomatis
  4. Knowledge Work System (KWS) Sistem Kerja Pengetahuan
  5. Decision Support System (DSS) Sistem Pendukung Keputusan
  6.  Expert System (ES) and Artificial Intelligent (AI)
  7. Informatic Management System (IMS) Sistem Manajemen Informasi
  8. Information Reporting System (IRS) Sistem Pelaporan Informasi
  9. Group Decision Support System (GDSS) Sistem Pendukung Keputusan Kelompok
  10. Executive Information System (EIS) Sistem Informasi Eksekutif
  11. Supply Chain Management (SCM) Manajemen Rantai Pasokan

Contoh Informasi Manajemen dalam Perusahaan atau Organisasi

Piramida sistem informasi manajemen. source: 12650024-si.blogspot.co.id

# 1. Enterprise Resource Planning | ERP 

Enterprise rouserce planning (ERP) merupakan sebuah sistem terintegrasi yang memudahkan manajemen dalam melakukan perencanaan terhadap sumber daya yang dimiliki.

Penerapan enterprise resource planning menggunakan teknologi informasi yang berupa perangkat lunak (software) dan perangkat keras (hardware) yang merangkum aktivitas perusahaan dan mengolahnya menjadi sebuah informasi.

Informasi yang dihasilkan oleh sistem ERP ini mempunyai basis data yang sama dan akan digunakan oleh manajemen untuk menyusun perencanaan perusahaan untuk mengelola sumber daya yang dimiliki.

Mau diapakan sumber daya perusahaan seperti sumber daya manusia, dana, material, mesin, metode dan sumber daya lain bisa dipengaruhi oleh informasi yang dihasilkan sistem ERP ini.

Informasi hasil ERP digunakan dalam mengintegrasikan kerja antar lini perusahaan, antar bidang kerja masing masing departemen diperusahaan.

ERP menjadi jembatan yang menghubungkan sekat-sekat yang ada pada perusahaan misalnya bagian accounting, finance, marketing, human resource dan bagian yang lain dalam perusahaan bisa dengan mudah melakukan komunikasi dan integrasi informasi. Terkelola dengan baik dan tidak berjalan sendiri sendiri.

# 2. Transaction Processing System (TPS) Sistem Pemprosesan Transaksi

Sistem informasi TPS adalah contoh sistem informasi manajemen yang mencatat, mengumpulkan, menyimpan dan mengolah semua data transaksi bisnis yang telah dilakukan perusahaan.

Sistem TPS bisa mengolah data transaksi dalam volume yang besar dan bervariasi secara efisien. Sistem informasi TPS menghindari pencatatan yang keliru (error), mencatat secara akurat dengan privasi dan keamanan data yang terjaga.

Contoh sistem informasi TPS adalah mencatat dan mengolah data transaksi bisnis seperti laporan pembelian, penjualan, perubahaan inventori (persediaan) laporan gaji para karyawan, dan bahkan formulir pembayaran pajak.

Salah satu contoh penerapan sistem infomrasi TPS adalah seperti aplikasi Mandiri E-FX (Mandiri Electronic Foreign Exchange) yang dijalankan oleh Bank Mandiri.

# 3. Office Automation System (OAS) Sistem Otomatis

Office automation system (OAS) atau disebut juga virtual office (VO) adalah sistem informasi yang menggabungkan beberapa peralatan teknologi informasi yang berfungsi untuk menyimpan, mengolah dan mengirimkan data data dalam bentuk komunikasi elektronik (virtual).

Sistem OAS bisa menekan penggunaan kertas sehingg bisa meningkatkan ketepatan, kecepatan dan keamanan data informasi yang ada. Pada akhirnya akan meningkatkan produktivitas kerja.

Konsep OAS terdiri dari sebuah server perusahaan sebagai pusat pengendali. Para pemakai bisa saling berkomunikasi dengan yang lain melalui server pusat tersebut. Semua data data tersimpan dalam server untuk memudahkan akses bagi yang membutuhkan.

# 4. Knowledge Work System (KWS) Sistem Kerja Pengetahuan

Knowledge work system (KWS) adalah sistem informasi yang memanfaatkan pengetahuan baru untuk digunakan oleh perusahaan. Sistem informasi KWS memanfaatkan dan mengintegrasikan pekerja profesional seperiti insinyur, profesor, doktor atau ilmuwan untuk bekerja dan menciptakan sesuatu yang baru yang bisa memberikan manfaat yang besar kepada perusahaan.

Sistem aplikasi KWS ini bisa membuat para pekerja ahli bisa menyalurkan ide dan menerapkannya kedalam pekerjaan mereka secara lebih efektif dan efisien. 

# 5. Decision Support System (DSS) Sistem Pendukung Keputusan

Decision support system atau sistem pendukung keputusan adalah sistem informasi yang berbasis komputer yang mengamati lingkungan perusahaan dan menjadi informasi pendukung dalam pengambilan keputusan bisnis.

Sistem informasi DSS mencari solusi terhadap masalah yang ada dengan respon yang cepat dalam kondisi yang selalu berubah.

Sistem informasi DSS mengolah data mentah, dokumen, model bisnis dan bahkan pengetahuan pribadi manajemen untuk mengambil keputusan dan mengatasi masalah yang muncul. Sistem informasi DSS mengelola data terkini dalam jumlah yang besar, mengolah data penjualan, perkiraan pendapatan dan data lainnya yang dibutuhkan.

Dengan menjalankan aplikasi sistem informasi DSS, manajemen bisa memiliki pandangan baru terhadap masalah yang ada, menguatkan kontrol, mempercepat waktu, menghemat biaya dan meningkatkan produktivitas serta efektivitas manajer sehingga manajemen bisa melakukan pekerjaan lebih cepat dengan usaha yang sedikit.

contoh sistem informasi manajemen DSS
Skema sistem informasi DSS . courtesy of : ag92110007.wordpress.com

# 6. Expert System (ES) and Artificial Intelligent (AI)

Expert system atau sistem pakar adalah sebuah aplikasi terkomputerisasi yang berfungsi menyelesaikan masalah seperti yang dipikirkan oleh para pakar atau tenaga ahli.

Yang dimaksud pakar adalah seseorang yang memiliki keahlian khusus yang mumpuni dalam memecahkan masalah yang tidak bisa dilakukan oleh orang awam. Contoh ES adalah penjadwalan mekanik

Sedangkan Artificial Intelligent (AI) atau yang disebut juga kecerdasan buatan adalah sistem aplikasi yang memiliki kemampuan kecerdasan seperti kemampuan manusia. Contohnya adalah aplikasi komputer yang berusaha mencontoh cara pikiran manusia.

AI bisa menelaah data data atau informasi yang kurang lengkap dan memiliki kemampuan untuk menjelaskan atau penalaran terhadap langkah langkah dan keputusan yang diambil manajemen.

# 7. Informatic Management System (IMS) Sistem Manajemen Informasi

Informatic Management System (IMS) adalah sebuah aplikasi komputerisasi yang menyajikan informasi yang terpadu yang mengambil informasi dari beberapa database dan berbagai sumber. Informasi yang dihasilkan lebih detail, merangkum data informasi yang telah terpilih dan membantu dalam analisa pengambilan keputusan.

Informasi IMS contohnya informasi tentang perhitungan harga pokok produk barang atau jasa, informasi keuangan, informasi tentang aliran bahan dan produk, informasi pemasaran seperti pengembangan produk dan distribusinya, dan juga informasi tentang sumber daya manusia seperti perekrutan atau seleksi dan pelatihan SDM.

Sistem informasi IMS membuat laporan secara periodik (mingguan, bulanan, atau harian) mengenai ringkasan aktivitas secara detail. IMS juga menyusun laporan tertentu apabila ada permintaan dari seseorang atau laporan yang disusun secara mendadak yang memerlukan tindakan segera.

# 8. Executive Information System (EIS) Sistem Informasi Eksekutif

Salah satu contoh sistem informasi manajemen lainnya adalah executive information system (EIS) atau sistem informasi eksekutif. Seusia dengan namanya, sistem informasi EIS ini dipakai oleh jajaran ekskutif atau manajemen jajaran tingkat atas dalam perusahaan.

Karena yang membutuhkan adalah manajemen tingkat atas, maka informasi yang dihasilkan oleh sistem informasi EIS ini bersifat strategis yang bisa menentukan jalannya dan keberhasilan strategi perusahaan.

Sistem informasi EIS memberikan akses yang mudah, cepat dan terkomputerisasi ke informasi internal maupun eksternal yang berkaitan dengan faktor utama yang bisa mempengaruhi keberhasilan perusahaan. Hanya informasi yang strategis, yang penting, bukan informasi yang terlalu teknikal.

# 9. Information Reporting System (IRS) Sistem Pelaporan Informasi

Sistem informasi IRS adalah sistem informasi yang memberikan laporan mengenai produk perusahaan. Sistem informasi IRS akan digunakan untuk mengevaluasi kinerja manajer seperti contohnya kinerja penjualan produk, IRS akan memberikan laporan analisa mengenai penjualan produk secara mingguan kepada manajer penjualan. Dan manajer penjualan menggunakan data yang disajikan untuk mengevaluasi sejauh mana kinerja yang bisa mereka capai.

Laporan yang disajikan sistem informasi IRS bisa berupa angka-angka, grafik maupun tabel dan bahkan infografis. Umumnya, laporan IRS akan disajikan secara rutin (periodik), dan berdasarkan permintaan jika dirasa diperlukan oleh manajer atau bahkan jika terjadi situasi yang tidak diprediksi sebelumnya (pengecualian).

# 10. Supply Chain Management (SCM) Manajemen Rantai Pasokan

Pada perusahaan manufaktur, kegiatan utama adalah bagaimana mengelola barang belum jadi (bahan baku) menjadi barang jadi yang siap untuk digunakan oleh konsumen. Proses dari barang mentah hingga bisa dinikmati oleh konsumen memerlukan tahapan yang kompleks.

Sistem informasi supplay Chain Management (SCM) berfungsi untuk mengatur hal hal yang berhubungan dengan hal tersebut. Sistem informasi SCM memberikan data data yang terintegrasi mengenai serangkaian aktiviatas yang berhubungan dengan koordinasi masing masing divisi, jadwal, pengawasan, pemasok bahan mentah, produksi, pengawasan persediaan hingga sampai pada pemasok, pengecer dan yang paling ujung adalah produk bisa dinikmati oleh konsumen.

Sistem informasi SCM akan mengolah data terkait operasional produksi, logistik, administrasi harian bahkan data data tentang pemasok bahan mentah dan list pelanggan.

Intinya, sistem infomrasi SCM mengelola data tentang kegiatan mengolah bahan mentah menjadi produk jadi yang diterima konsumen.

Informasi yang diolah oleh SCM bisa dimanfaatkan untuk untuk mengurangi biaya biaya, baik biaya produksi, biaya logistik distribusi, biaya bahan baku dan biaya lain yang timbul dan mempersingkat waktu hingga barang tersebut diterima oleh konsumen.

# 11. Group Decision Support System (GDSS) Sistem Pendukung Keputusan Kelompok

Sistem informasi GDSS adalah aplikasi interaktif terkomputerisasi dirancang secara khusus untuk memudahkan sekelompok orang dalam menghadapi masalah yang tidak terstruktur. Sistem GDSS mengatur komunikasi bagi masing masing anggota kelompok menggunakan software (perangkat lunak yang dinamakan groupware) untuk menganalisa masalah dan keputusan secara bersama-sama.

Sistem informasi GDSS dapat meminimalkan risiko perilaku kelompok atau anggota kelompok yang negatif, seperti miskomunikasi, pemikiran yang tersekat sekat atau terkotak kotak antar anggota ataupun konflik antar anggota yang bisa merusak kelompok.

Aplikasi  GDSS yang juga dikenal dengan nama Computer Supporterd Collaboratie Work (CSCW) memiliki manfaat seperti:
  • Meningkatkan partisipasi anggota kelompok 
  • Membuat pertemuan dan diskusi menjadi lebih efisien dan efektif 
  • Memicu anggota kelompok mengeluarkan ide ide baru tanpa takut disalahkan atau dikritik
  • Evaluasi terhadap ide yang ada bisa dilakukan secara obyektif
  • Dokumentasi hasil pertemuan yang tersimpan dengan baik
  • Ketidaksepakatan antar anggota kelompok bisa dipecahkan sesegera mungkin
  • Anggota baik yang tingkatannya lebih tinggi atau rendah bisa sejajar mengenai usulan ide ide baru.
Demikian lah contoh sistem informasi manajemen yang sering digunakan dalam perusahaan ataupun organisasi. Materi ini diambil dari beberapa sumber di internet. Apabila ada kesalahan ataupun kekurangan inforamsi, silahkan tinggalkan pesan dikolom komentar. Terima kasih.


Comments