Pengertian AMORTISASI


Apa Itu Amortisasi ?

Amortisasi - Pada ilmu akuntansi terdapat istilah penurunan nilai atau penyusutan dari sebuah aset yang mempunyai umur ekonomis yang lama.

Aset yang mempunyai umur ekonomis lumayan lama adalah aset tetap dan aset tidak berwujud.

Contoh aktiva tetap misalnya tanah, bangunan, mesin, kendaraan dan yang lainnya

Contoh aset tak berwujud misalnya hak paten, merk dagang, goodwill dan yang lainnya.

Semua aset tersebut memiliki umur ekonomis dan mengalami penurunan nilai setiap waktu.

Nah....

.... Penurunan nilai dalam pengertian akuntansi ini dikenal sebagai penyusutan (depresiasi) untuk aktiva tetap dan AMORTISASI (amortization) untuk aktiva tidak berwujud.

pengertian amortisasi
Amortisasi

Pengertian Amortisasi

Depresiasi merupakan alokasi secara sistematis jumlah nominal yang bisa disusutkan terhadap aset tetap selama masa manfaatnya (umur ekonomis) aset tersebut.

Sedangkan pengertian amortisasi adalah suatu penurunan atau pengurangan nilai suatu aktiva tidak berwujud secara bertahap dalam rentang jangka waktu tertentu di setiap periode akuntansi.

Pengurangan nilai aktiva tak berwujud ini dilakukan dengan cara mendebit akun beban amortisasi dan mengkredit akun aktiva tak berwujud.
 
Jadi terlihat bedanya

Aktiva Tetap : Penyusutan
Aktiva tak Berwujud : Amortisasi

Contoh jurnal amortisasi :

jurnal amortisasi

Definisi Amortisasi yang lain menyebutkan,

Amortisasi adalah Non Notification Loan yaitu suatu prosedur akuntansi yang dengan cara bertahap mengurangi nilai biaya dan suatu aset dengan umur ekonomis yang terbatas atau aktiva tak berwujud lain melalui pembebanan secara berkala ke pendapatan.

Amortisasi juga bisa memiliki arti pengurangan kewajiban dengan pembayaran pokok serta bunga dengan teratur dalam jumlah tertentu hingga pinjaman terbayar ketika tanggal jatuh tempo.

Misalnya, apabila biaya sebesar Rp 10 Juta dan harus di amortisasi selama 10 tahun,

Laporan keuangan nanti akan menyajikan biaya Rp 10 juta /tahun selama 10 tahun.

Apabila biaya tidak di amortisasi kan, seluruh Rp 10 juta akan muncul di dalam laporan keuangan sebagai beban pada saat tahun pengeluaran itu dilakukan.


Comments

  1. Replies
    1. Kalau suatu perusahaan dengan modal tetap Rp.1,000,000,000 selama 5 tahun tidak berproduksi dan hanya melakukan investasi (konstruksi)apakah tetap ada hitungan amortisasinya?thanks

      Delete
    2. Mestinya tidak. Amortisasi adalah pengakuan beban. Dalam prinsip akuntansi, Beban harus selalu disandingkan dengan pendapatan. Prinsip "Matching". Jika perusahaan belum berporduksi, artinya tidak akan ada pendapatan. Maka pengakuan beban amortisasi tidak dilakukan.

      Delete
  2. yang contoh 10 juta itu, maksdnya beban biaya (dari amortisasi) yang harus dibayar setelah nanti 10 tahun ya? atau seharusnya 10 juta itu bisa didebet per tahun 1 juta selama 10 tahun?

    ReplyDelete
    Replies
    1. 1 Juta selama 10 tahun.

      Amortisasi dilakukan setiap tahun. Sama seperti penyusutan pada aktiva tetap.

      Delete
  3. Jadi beban bunga utang termasuk depresiasi dr aktiva tidak berwujud?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bukan. Beban bunga bukan penyusutan.

      Delete
    2. Ambil contoh Sewa gedung dengan harga $200.00/bulan dari bulan January-December Total $2,400.00 dibayar secara advance.
      Setiap bulan dilakukan amortisasi atau pengurangan dari harga yang sudah dibayar $200/bulan.

      Delete
    3. Lalu dimana yang dimaksud bunganya?

      Ini masalah pengakuan beban kan? pakai jurnal penyesuaian kan?

      Delete
  4. maaf mau konfirmasi lg aja nih takut salah nangkep hehe. Jadi konsep pemahaman amortisasi itu sebenarnya sama persis kayak depresiasi, yakni ttg pengurangan nilai aset selama periode tertentu. Tapi yg membedakan itu hanyalah jenis aset saja, kalau depresiasi itu untuk fixed asset, sedangkan amortisasi itu untuk intangible asset. Benar kan ya?

    Lalu apakah ada contoh lebih riil nya lagi mengenai amortisasi itu sendiri? Dimana benar2 terjadi penurunan nilai pada merk dagang, goodwill, atau sebagainya. Karena saya sering dengernya contohnya yg depresiasi nih, udah umum banget hehehe. makasih sebelumnyaa ;)

    ReplyDelete
  5. maaf, ingin bertanya lg nih (masih penasaran). Memang seberapa pentingkah kita harus mengadakan beban amortisasi itu sendiri? Dan kalau penting, sebabnya apa ya?
    Karena kalau saya bandingkan dgn beban depresiasi, itu kan memang diperlukan sebagai biaya ketika fixed asset suatu saat mengalami kerusakan dan sebagainya (Cmiiw)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dear mas Faldy, semua pertanyaannya bagus.

      Dan sudah saatnya mas Faldy kenalan dengan ini: kapitalisasi aset.

      Itu akan menjelaskan semuanya. Terlalu panjang jika ditulis disini :D

      Salam kenal

      Delete

Post a Comment

Thanks for coming, kritik dan sarannya kami tunggu, berkomentarlah dengan sopan | Mohon maaf apabila komentar atau pertanyaan yang tidak terjawab karena keterbatasan waktu dan ilmu | Jika artikel ini bermanfaat, silahkan dishare